Karakteristik Peserta Didik
Nama : Marina (11901221)
KARAKTERISTIK ANAK DIDIK
A. Memahami Latar Belakang Karakteristik Awal Anak
Karakteristik anak masing-masing berbeda-beda, guru perlu memahami karakteristik awal anak didik sehingga ia dapat dengan mudah untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran termasuk juga pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran, Kemampuan yang dimiliki mereka sehingga komponen pengajaran dapat sesuai dengan karakteristik dari siswa yang akhirnya pembelajaran tersebut dapat lebih bermakna. Berdasarkan pada kemampuan ini dapat ditentukan dari mana pengajaran harus dimulai dan di batas mana pengajaran tersebut dapat di akhiri. Jadi, pengajaran berlangsung dari kemampuan awal sampai ke kemampuan akhir (tujuan akhir) itulah yang menjadi tanggung jawab pengajar. Guru harus mengenal karakteristik peserta didik, karena dengan mengenal karakteristik peserta didik membantu guru dalam mengantarkan mereka untuk mengejar cita-cita yang diinginkan. Selanjutnya guru harus mampu memahami karakter peserta didik. Memahami karakter peserta didik butuh kesungguhan dan keterlibatan hati dan pikiran guru sehingga dia dapat memahami karakternya dengan baik dan benar. Tujuan yang diinginkan dari memahami karakteristik awal siswa adalah untuk mengondisikan apa yang harus diajarkan, bagaimana mengondisikan siswa belajar sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Karakteristik siswa merupakan salah satu variabel dari kondisi pengajaran. Variabel ini didefinisikan sebagai aspek-aspek atau kualitas individu siswa. Aspek-aspek berkaitan dapat berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang telah dimilikinya. Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Karena itu, upaya memahami perkembangan peserta didik harus dikaitkan atau disesuaikan dengan karakteristik siswa itu sendiri. Guru bukan hanya memahami karakteristik anak secara individu, ia perlu memahami karakteristik anak secara kelompok. Empat pokok hal dominan dari karakteristik siswa yang harus dipahami oleh guru yaitu :
a. Kemampuan dasar seperti kemampuan kognitif atau intelektual.
b. Latar belakang kultural lokal, status sosial, status ekonomi, agama dll.
c. Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dll
d. Cita-cita, pandangan ke depan, keyakinan diri, daya tahan,dll
Mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik mempunyai tujuan yaitu :
a) Memperoleh informasi yang lengkap dan akurat berkenaan dengan kemampuan serta karakteristik awal siswa sebelum mengikuti program pembelajaran tertentu.
b) Menyeleksi tuntutan, bakat, minat, kemampuan, serta kecenderungan peserta didik berkaitan dengan pemilihan program-program pembelajaran tertentu yang akan diikuti mereka.
c) Menentukan desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang perlu dikembangkan sesuai dengan kemampuan awal peserta didik.
Seorang guru jika ingin mengetahui karakteristik kemampuan awal dari peserta didik, dapat dilakukan dengan pemberian tes (pre test). Tes yang diberikan dapat berkaitan dengan materi ajar sesuai dengan panduan kurikulum. Selain itu pendidik dapat melakukan wawancara, observasi dan memberikan kuesioner kepada peserta didik, guru yang mengetahui kemampuan peserta didik atau calon peserta didik, serta guru yang biasa mengampu pelajaran tersebut. Teknik untuk mengidentifikasi karakteristik siswa adalah dengan menggunakan kuesioner, interview, observasi dan tes Latar belakang siswa. Guru perlu mempertimbangkan dalam mempersiapkan materi yang akan disajikan, di antaranya yaitu faktor akademis dan faktor sosial :
a. Faktor akademis
faktor akademis yang akan dikaji meliputi jumlah siswa yang
dihadapi di dalam kelas, rasio guru dan siswa menentukan kesuksesan
belajar, indeks prestasi, tingkat inteligensi siswa juga tidak kalah penting.
b. Faktor sosial
faktor kematangan dan ekonomi siswa sangat berpengaruh pada
faktor sosial siswa. Aspek-aspek yang diungkap dalam kegiatan ini bisa
berupa bakat, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, minat
dll. Faktor sosial ini dalam hubungannya dengan masyarakat serta
berbagai kegiatan lainnya yang mempengaruhi cara bersosialisasi
dengan orang lain.
B. Permasalahan Yang Berkaitan Dengan Karakteristik Anak Didik
Mengkaji berbagai karakteristik siswa dengan berbagai
permasalahannya, dilakukan perumusan masalah yang diidentifikasikan
sebagai berikut :
1) Bagaimana jika guru tidak memahami karakteristik anak didik ?
2) upaya apa yang dilakukan oleh guru agar dapat memahami
karakteristik anak didik ?
C.Tujuan Pengkajian Permasalahan
Berbagai tujuan yang akan dikaji dalam permasalahan ini
diantaranya:
1) Untuk mengetahui apa saja yang harus dipahami guru dalam
memahami karakteristik peserta didik.
2) Untuk mengetahui karakteristik peserta didik sebagai perubahan hasil
belajar
3) Untuk memberikan gambaran tentang upaya meningkatkan
penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik.
Arti Karakteristik
Karakteristik berasal dari kata karakter yaitu sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain, tabiat, watak, berubah menjadi karakteristik. Sedangkan menurut kamusBahasa Indonesia bahwa karakteristik adalah mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Karakteristik siswa merupakan mencerminkan pola kelakuan dan kemampuan hasil dari pembawaan dan lingkungan sosial sehingga menentukan pola dari kegiatan aktivitas.
Beberapa pendapat tentang arti karakteristik, yakni:
a. Menurut Tadkiroatun Musfiroh, karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills).
b. Menurut Hamzah. B. Uno : Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berpikir, dan kemampuan awal yang dimiliki.
c. Ron Kurtus : Berpendapat bahwa karakter adalah satu set tingkah laku atau perilaku (behavior) dari seseorang sehingga dari perilakunya tersebut, orang akan mengenalnya “ia seperti apa”. Menurutnya, karakter akan menentukan kemampuan seseorang
Untuk mencapai cita-citanya dengan efektif, kemampuan untuk
Berlaku jujur dan berterus terang kepada orang lain serta
Kemampuan untuk taat terhadap tata tertib dan aturan yang ada.
d. Carl R. Rogers : Memberikan rumusan yang lebih ekplisif tentang penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik.
e. Surya : Berpendapat bahwa setiap belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik, karena karakteristik perilaku belajar sebagai prinsip-prinsip belajar.
f. Menurut Sudirman Karakteristik siswa adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya.
g. Bruno : Karakteristik merupakan kecenderungan yang relatif untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang tertentu.
h. Reber : Menyatakan bahwa karakteristik adalah kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapih secara mulus dan sesuai keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Karakter seseorang anak sering dipengaruhi oleh orang yang berada di lingkungan sekitarnya maupun orang-orang yang dekat dengannya, sehingga sering kali kita lihat anak kecil menirukan tingkah laku dari orang-orang dengannya seperti : orang tua, pengasuhnya atau teman bermain. tidak jarang anak sering juga meniru tingkah laku dari tokoh yang di tontonnya di televisi. Tetapi karakter berbeda dengan kepribadian, seorang psikolog berpendapat bahwa karakter berbeda dengan kepribadian, karena kepribadian merupakan sifat yang dibawa sejak lahir dengan kata lain kepribadian bersifat genetis.
B.Instrumen Untuk Mengidentifikasi Kemampuan Awal dan
Karakteristik Peserta Didik
Teknik yang paling tepat untuk mengetahui kemampuan awal siswa yaitu teknik tes. Teknik tes ini menggunakan tes prasyarat dan tes awal. Tes prasyarat adalah tes untuk mengetahui apakah siswa telah memiliki pengetahuan keterampilan yang diperlukan atau disyaratkanuntuk mengikuti suatu pelajaran. Sedangkan tes awal (pre test) adalah tes untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah memiliki pengetahuan atau keterampilan mengenai pelajaran yang hendak diikuti.
Benjamin S. Bloom melakukan beberapa eksperimen membuktikan bahwa hasil belajar yang bersifat kognitif apabila pengetahuan atau kecakapan pra syarat ini tidak dipenuhi, maka betapa pun kualitas pembelajaran tinggi, maka tidak akan menolong untuk memperoleh hasil belajar yang tinggi. Hasil pre tes dimaksudkan untuk melihat berapa besar penguasaan pengetahuan yang dikuasai anak tentang materi yang dipahaminya, setelah itu hasil tersebut dibandingkan dengan hasil yang dicapai setelah mengikuti pelajaran. Jadi, kemampuan awal sangat diperlukan untuk anak sebelum diberikan pengetahuan baru, setelah itu baru kita adakan post test untuk melihat besarnya pemahaman anak setelah diberikan pengetahuan baru. Contoh angket sederhana untuk mengetahui kemampuan awal siswa bagaimana pemahamanmu tentang iman:
a. iman adalah suatu keyakinan.
b. iman adalah suatu penyerahan diri.
c. Iman adalah suatu keyakinan merupakan pondasi kehidupan
Guru dapat juga menggunakan peta konsep untuk memahami karakteristik anak, ternyata peta konsep juga dapat dijadikan alat untuk mengecek pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa sebelum mengikuti pembelajaran. Caranya, tuliskan sebuah kata kunci utama tentang topik yang akan dipelajari hari itu di tengah-tengah papan tulis.
Misalnya "Islam". Berikutnya guru meminta siswa menyebutkan atau menuliskan konsep-konsep yang relevan (berhubungan) dengan konsep Islam dan membuat hubungan antara konsep Islam dengan konsep yang disebut atau ditulisnya tadi. Seberapa pengetahuan awal yang dimiliki siswa dapat terlihat sewaktu mereka bersama-sama membuat peta konsep di papan tulis.
C. Manfaat memahami karakter anak didik
Banyak manfaat yang akan diperoleh oleh guru maupun peserta didik, jika mereka saling mengenal karakteristik masing-masing. Bagi peserta didik, mereka akan mendapat pelayanan prima, perlakuan yang adil, tidak ada diskriminasi, merasakan bimbingan yang maksimal dan menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakternya.
Bagi guru, manfaat mengenal dan memahami karakter peserta didik adalah :
1) guru akan dapat memetakan kondisi peserta didik sesuai dengan karakternya masing-masing.
2) Guru dapat memberikan pelayanan prima dan memberi tugas sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan peserta didiknya.
3) Guru dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mereka berupa minat, bakat dan kegemarannya dan berusaha menekan potensi negatif yang mungkin muncul dari karakter anak didik yang tidak baik yang dimilikinya.
Setiap peserta didik memiliki karakter dan gaya belajar yang berbeda-beda. Sebagian dari peserta didik memiliki otak yang mampu menyerap banyak informasi sekaligus, namun ada juga yang hanya mampu menyerap dan memproses info sedikit demi sedikit. Ada yang mampu menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi dalam otak dengan cepat sementara ada yang melakukan hal tersebut dengan lambat. Disadari atau tidak, banyak peserta didik yang merasa terluka secara emosional, merasa gagal, dan tidak berarti ketika harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak bisa memenuhi harapan orang- orang yang ada di sekelilingnya. Atau bahkan tidak mampu memenuhi harapan dan tuntutan orang tua terutama dibidang akademis. Dalam hal ini, guru sebagai fasilitator harus dapat memahami karakter dan gaya belajar peserta didik.
Komentar
Posting Komentar